Cart
Tok Limbong #2 - Teguh Membela Hak
Tok Limbong #2 - Teguh Membela Hak
Tok Limbong #2 - Teguh Membela Hak
Tok Limbong #2 - Teguh Membela Hak
Tok Limbong #2 - Teguh Membela Hak
Tok Limbong #2 - Teguh Membela Hak
Tok Limbong #2 - Teguh Membela Hak
Tok Limbong #2 - Teguh Membela Hak
Tok Limbong #2 - Teguh Membela Hak
Tok Limbong #2 - Teguh Membela Hak
Tok Limbong #2 - Teguh Membela Hak
Tok Limbong #2 - Teguh Membela Hak
Tok Limbong #2 - Teguh Membela Hak
Tok Limbong #2 - Teguh Membela Hak
Tok Limbong #2 - Teguh Membela Hak
Tok Limbong #2 - Teguh Membela Hak
Tok Limbong #2 - Teguh Membela Hak
Tok Limbong #2 - Teguh Membela Hak
Tok Limbong #2 - Teguh Membela Hak
Tok Limbong #2 - Teguh Membela Hak
Tok Limbong #2 - Teguh Membela Hak
1/ 8

Komik Tok Limbong #2 - Teguh Membela Hak (Ilustrasi guna Teknologi AI)

Ketika rakyat Terengganu bangkit menentang dasar tanah penjajah British yang zalim, pihak kolonial bertindak memperalatkan institusi kesultanan bagi meredakan kemarahan rakyat.
RM15.00 MYR
RM0.00 MYR
Quantity
Only 95 left
Volume Pricing
Quantity
Price
1+
RM15.00 MYR each
Worldwide shipping available
Secure payments
Trusted packing

Tajuk :  Tok Limbong #2 - Teguh Membela Hak

Penulis : Syed Azharul Asriq

ISBN : 978-967-0078-84-7

Halaman  : 104

Berat : 150g

Saiz buku : 5.8” x 8.2”

Tahun terbitan :  Julai 2025

Sinopsis :

Ketika rakyat Terengganu bangkit menentang dasar tanah penjajah British yang zalim, pihak kolonial bertindak memperalatkan institusi kesultanan bagi meredakan kemarahan rakyat. Namun, hakikatnya suara rakyat terus disenyapkan. Pentadbiran British kekal angkuh dan meneruskan penindasan terhadap petani dan penduduk kampung yang hanya mahu mempertahankan hak tanah pusaka mereka.

 

Kemuncak ketegangan tercetus pada 23 Mei 1928, apabila berlaku peristiwa berdarah di Padang Kachong, Kuala Telemong. Dalam suasana penuh tegang dan marah, rakyat tani bangkit menentang kekerasan kerajaan, manakala pihak berkuasa bertindak mempertahankan kepentingan penjajah. Pertempuran itu bukan sekadar pertelingkahan fizikal, tetapi mencerminkan jeritan rakyat yang tertindas.


Komik Tok Limbong 2 bukan hanya tentang tanah yang dirampas, tetapi tentang maruah yang diinjak dan suara yang dinafikan.